Chaparral 2J

Chaparral 2J - roadandtrack.com
Chaparral 2J - roadandtrack.com

Saya rasa saya tertarik dengan konsep kipas belakang supercar T.50 besutan Gordon Murray. Fungsinya membantu meningkatkan downforce, tetapi tanpa membuat body mobil menjadi “berantakan” karena diffuser atau spoiler yang besar. Cukup beberapa bilah kipas dalam selongsong yang ditenagai oleh listrik, beberapa kanal udara, and that’s about it. Racikan kipas Gordon Murray juga sudah terbukti di mobil Formula 1 Brabham BT46B, meskipun tidak terlalu sukses dan akhirnya dilarang untuk balap juga.

The fan concept was first implemented by an ‘Murican!

Konsep fan car tersebut sebenarnya tidak baru dan Gordon Murray bukanlah sang penemunya. Kilas balik sekitar 8 tahun sebelum BT46 di seberang Samudra Atlantik, insinyur mobil balap Jim Hall memperkenalkan petarung baru untuk Can-Am musim 1970. Mobil tersebut bernama Chaparral 2J dan… bentuknya aneh. Bodinya berbentuk kotak yang melancip di depan seperti kardus dan ganjal pintu dan belakangnya terdapat dua kipas seperti mesin jet. Tidak ada NACA duct, tidak ada spoiler, dan sedikit lubang. 

Bagi kalian yang belum tahu, Chaparral adalah pabrikan mobil balap asal Amerika besutan Jim Hall dan James “Hap” Sharp. Mobil pertama mereka adalah Chaparral 1 yang dibangun oleh Dick Troutman dan Tom Barnes. Seperti Carroll Shelby dan Shelby American yang dekat dengan Ford, Jim Hall dan Chaparral dekat dengan GM. Mobil-mobil balap Chaparral yang berkonsep unik selalu menggunakan mesin V8 dari GM, kecuali 2K yang bermesin Cosworth. Pada puncak “konsep unik” tersebut adalah Chaparral 2E, yang berspoiler tinggi, dan Chaparral 2J.

The 2J sucks, literally.

Keunikan Chaparral 2J adalah dua lubang kipas di belakang mobil dan skirt samping yang tingginya nyaris menyentuh jalan. Skirt tersebut terbuat dari plastik khusus bernama Lexan yang dikembangkan oleh General Electric. Skirt samping 2J berfungsi untuk mengoptimalkan kinerja kipas dalam menghasilkan vakum negatif (atau daya hisap). Bicara soal kipas, 2J memiliki 2 kipas yang ditenagai oleh mesin 250cc 2 tak dari snowmobile. Tugas utamanya adalah mengisap angin dan apapun yang ada di bawah mobil. Apapun.

Performa utama Chaparral 2J disokong oleh mesin V8 7,672 cc dari Chevrolet yang mampu menghasilkan 680 horsepower. Tenaga tersebut tersambung oleh transmisi 3 percepatan otomatis clutchless transaxle, yang terdengar cukup aneh juga. Namun, dengan adanya bantuan dua kipas yang menghisap udara dari bawah mobil, Chaparral 2J dapat melaju dengan 997 kilogram downforce dan dapat berbelok sekuat 1.25 G hingga 1.5 G. Mobil yang terlihat seperti kardus ini bisa sangat cepat di belokan!

Sayangnya, Chaparral 2J juga “cepat” melalui seri balap yang diikutinya. Protes dilayangkan oleh Bruce McLaren dan timnya akan “komponen aerodinamika yang bergerak” kepada SCCA sebelum Can-Am 1970 bahkan dimulai. SCCA menyetujui protes tersebut dan Chaparral 2J resmi dilarang untuk mengikuti Can-Am selanjutnya. Jim Hall dan Chaparral, setelah itu, memilih terjun ke Indy dan CART dengan 2K yang bisa dibilang jauh lebih sukses dari 2J. The 2J is the father of all fan cars.

From AutoVerso Media Instagram

Editorial: The AutoVerso Team

Sources: roadandtrack.com, howstuffworks.com, grandprixhistory.org, drivetribe.com, caradvice.com.au

https://www.roadandtrack.com/motorsports/a32350/jim-hall-chaparral-2j-history/

https://auto.howstuffworks.com/auto-racing/motorsports/10-banned-race-cars9.htm

http://www.grandprixhistory.org/chap_2J.htm

https://drivetribe.com/p/the-story-of-chaparral-beyond-whats-c19JonbYSHedBHjI9SsH5g?iid=SPbFtVE5SKCqRE1oQVCwow

https://www.caradvice.com.au/871164/fan-tastic-a-very-brief-history-of-the-fan-car/

Office:

Jl. Kedoya Raya No. 3, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta Indonesia 11520

Phone : +62 817 007 3836

Email : contact.autoverso@gmail.com