McLaren M838T/M840T

R390 GT1 - motor1.com
R390 GT1 - motor1.com

I shall begin with this particular Nissan.

Kalian sedang melihat sebuah prototype R390 GT1 versi road-going. Supercar mid-engined besutan Nismo dan Tom Walkinshaw Racing (TWR) ini adalah mobil balap LeMans GT1 yang juga dikembangkan untuk jalan raya (road-legal), meski ujung-ujungnya tidak turun ke ranah publik. Kalian mungkin langsung bertanya kenapa dimulai dari Nissan padahal judul artikel ini tentang McLaren? Jawabannya simpel: karena mobil ini memiliki jantung pacu yang menjadi tonggak sejarah semua mesin McLaren pasca McLaren F1.

Mesin tersebut bernama VRH35L, sebuah V8 90 derajat twin-turbo berkapasitas 3,495cc yang menghasilkan 650 horsepower pada R390 versi balap dan 550 horsepower pada versi jalanan. Sejatinya VRH35L ini adalah pengembangan lanjut dari VRH35 yang ditemukan pada Nissan R89C, tetapi berakhir kurang cemerlang di seri balap yang diikuti. R390 GT1 tidak merasakan kesuksesan yang sama dengan R89C dan karirnya harus berakhir pada tahun 1998. Usai sudah cerita R390, meninggalkan VRH35L memasuki babak baru di dunia otomotif.

Pada awal pengembangan McLaren MP4-12C, McLaren menyambangi Tom Walkinshaw Racing untuk membeli lisensi dan desain resmi VRH35L demi riset mesin jalanan in-house pertama mereka. Setelah melakukan reverse engineering, McLaren menggaet Ricardo (perusahaan yang juga membuat transmisi ME Four Twelve) untuk membuat VRH “versi mereka.” Nah pada mesin “versi McLaren,” hanya ukuran bore, layout, dan aspirasi twin-turbo intercooler yang ngikut dengan mesin punya Nissan-TWR. Sisanya, dikutip dari Direktur Proyek Program McLaren Automotive di Ricardo, Tim Yates, itu sudah beda dan parts-partsnya bespoke semua sesuai arahan McLaren.

 

McLaren M838T - mp4-12c.over-blog.com
McLaren M838T - mp4-12c.over-blog.com

McLaren mengembangkan beberapa versi mutakhir M838T untuk mobil-mobil seperti 675LT, 570S, dan P1. Pada McLaren 675T, mesin M838T dioprek agar menyemburkan 666 horsepower dan 700 Nm torsi. Sedangkan pada 570S, mesin M838T “diperingan” menjadi M838TE dan memproduksi 562 horsepower dan 600 Nm torsi. Versi paling spesial dari M838T terdapat di bawah kap mesin P1 bernama M838TQ. Versi TQ ini adalah salah satu mesin McLaren yang paling kuat karena mesinnya saja mampu memompa 727 horsepower dan 720 Nm torsi tanpa bantuan sistem hybridnya. Cukup gokil kan untuk desain berumur 20 tahun lebih?

Namun mesin M838T ada batasnya dan McLaren ingin sesuatu yang lebih untuk 720S, Senna, Elva, dan Speedtail. Untuk itu, McLaren mengembangkan lagi mesin M838T menjadi M840T. Evolusi mesin V8 twin-turbo ini meliputi kapasitas, yang membengkak hingga 3,994cc, dan sistem turbonya diganti ke turbo twin-scroll untuk mengeliminasi turbo lag. Khusus untuk Speedtail, McLaren juga menyiapkan ramuan hybrid paralel yang sama dengan P1.

 Hasilnya? Wah mesin ini lebih banget dari M838T. Versi jinak M840T yang ada di 720S sendiri menghasilkan tenaga 710 horsepower dan torsi 770 Nm. Untuk Senna dan Elva, M840T dioprek lagi menjadi M840TR yang mampu memproduksi 789 horsepower dan 800 Nm torsi. Still, mesin plus hybrid punya Speedtail masih merajai soal tenaga karena dapat menyemburkan 1035 horsepower dan torsi 1150 Nm. 

Seperti itu ya guys cerita dan spesifikasi singkat tentang M838T dan M840T. Bermula dari mesin LeMans Nissan, lalu dibeli dan jadi mesin MP4-12C, dan sekarang disempurnakan lagi untuk McLaren Speedtail, Elva, dan Senna. Panjang ya ceritanya… Bicara soal Senna, hari ini kita akan rilis video detik-detik kedatangan McLaren Senna di channel YouTube AutoVerso Network! Jangan lupa ditonton yaa!

From AutoVerso Media Instagram

Written by Rayhan Haikal (@txtdarierha)

Editorial: The AutoVerso Team

Sources: jalopnik.com, autoguide.com, drivetribe.com, motor1.com, caranddriver.com, evo.co.uk, digitaltrends.com

Office:

Jl. Kedoya Raya No. 3, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta Indonesia 11520

Phone : +62 817 007 3836

Email : contact.autoverso@gmail.com